
Daftar Isi
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Sebagian masyarakat percaya bahwa
vaksin
Human papillomavirus
(
HPV
) dapat menyebabkan rahim kering, gangguan haid, hingga
kemandulan
. Benarkah demikian?
Dokter spesialis obgyn konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi, Profesor Budi Wiweko memastikan, vaksin HPV aman dan tidak berdampak negatif terhadap organ reproduksi perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Vaksin HPV sangat aman, tidak memicu gangguan kesuburan, tidak menyebabkan gangguan haid,” ujar Budi, Senin (31/8), melansir
detikhealth
.
Vaksin HPV jadi langkah utama untuk melindungi perempuan dan laki-laki dari ancaman virus HPV. Virus ini jadi penyebab utama kanker serviks pada perempuan.
Sementara pada pria, mengutip
Center for Disease and Prevention Control
(CDC) Amerika Serikat, HPV bisa menyebabkan kutil kelamin, kanker penis, kanker anus, hingga kanker orofaring atau bagian belakang tenggorokan.
HPV sendiri bisa menular melalui aktivitas seksual dengan kontak fisik via vagina, anal, maupun mulut. HPV juga bisa menular selama proses persalinan normal dari ibu ke anak.
Saat ini, baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau di tingkat regional, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tengah menggencarkan perluasan cakupan vaksinasi HPV pada anak laki-laki dan perempuan.
Anak perempuan akan diberikan 1 dosis untuk usia 11 tahun serta imunisasi kejar untuk usia 12 dan 15 tahun.
Jumlah yang sama sebanyak 1 dosis juga diberikan pada anak laki-laki, serta imunisasi kejar pada usia 12 tahun.
(asr)
Baca lagi: Momen Prabowo Bikin Putin Tertawa saat Bertemu di Vladivostok Rusia
Baca lagi: Ternyata Ini Jenis-Jenis Gula Berdasarkan Bahan Baku dan Kimianya
Baca lagi: Polkadot Kembali Tren, dari Minnie Mouse hingga Gaya Modern



