
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Jepang telah lama dikenal dengan daya tarik wisata ikoniknya, mulai dari persimpangan Shibuya di
Tokyo
yang sibuk, gerbang torii yang tenang di kuil-kuil Kyoto, hingga salju halus kelas atas di Hokkaido.
Kini, ada satu lagi tambahan daya tarik baru: salon rambut. Tren ini terlihat jelas awal bulan ini, ketika Lily Romero, seorang remaja Amerika Serikat (AS), tampak gembira saat berpose untuk difoto setelah mengikuti perawatan selama empat jam di sebuah salon rambut di Tokyo.
Perawatan tersebut mengubah rambut remaja itu yang sebelumnya bergelombang menjadi lurus berkilau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Inilah yang saya inginkan,” seru Romero, 16 tahun, yang sedang dalam perjalanan selama seminggu ke Jepang dari London bersama orang tuanya. “Di London, tempat saya tinggal, tidak banyak pilihan untuk pelurusan rambut ala Jepang,” sambungnya, seperti dilansir
Japan Times.
Rambut lurus panjang sangat populer di sekolahnya, dan Romero bosan harus meluruskan rambut setiap hari dengan catokan. Ketika keluarganya merencanakan perjalanan ke Jepang, Romero bertekad mengunjungi salon di negara yang terkenal dengan keahliannya dalam perawatan pelurusan rambut.
Romero bukanlah satu-satunya pengunjung asing yang membuat janji temu. Semakin banyak wisatawan yang pergi ke penata rambut selama kunjungan mereka ke Jepang, menjadikan salon rambut sebagai jenis daya tarik wisata baru.
Banyak salon memanfaatkan tren ini, menggunakan bahasa Inggris untuk mempromosikan layanan mereka di media sosial dan menawarkan layanan dalam bahasa tersebut.
Menurut survei yang dirilis pada bulan Februari 2026 oleh Hot Pepper Beauty Academy, sebuah organisasi penelitian yang fokus pada industri kecantikan, 17,3% dari 1.535 turis asing dari negara-negara Barat yang disurvei mengatakan mereka pergi atau berencana pergi ke salon rambut selama kunjungan mereka ke Jepang.
Sementara 18,5% mengatakan ingin pergi ke salon saat kunjungan di masa mendatang.
Tingkat keahlian yang tinggi, layanan yang bermutu tinggi, dan perhatian terhadap kebersihan menjadi salah satu alasan utama memilih perawatan di Jepang.
Survei menunjukkan, pengunjung yang berulang kali datang ke negara tersebut, bukan yang pertama kali, cenderung pergi ke salon rambut dan kecantikan.
“Pengunjung yang berulang kali ke Jepang cenderung bergerak melampaui atraksi wisata standar dan mencari pengalaman yang lebih mendalam,” kata Kimiko Tanaka, seorang peneliti di
Hot Pepper Beauty Academy
. “Menerima layanan yang sama dengan penduduk lokal di salon kecantikan itu sendiri telah menjadi pengalaman lokal unik bagi pelancong internasional,” tambahnya.
Hiro, pemilik Hiro Hair Design, yang memberikan perawatan kepada Romero, mengatakan jumlah turis asing ke salonnya mulai meningkat dua atau tiga tahun lalu. Semua berawal melalui promosi mulut ke mulut dan kemudian melalui media sosial.
Salon Hiro terletak di area Hiroo, Tokyo, yang dikenal dengan komunitas ekspatriat yang besar, adalah 95 persen warga negara asing. Pelanggan salon itu pun sekitar 20 persennya adalah warga asing.
Hiro tidak memiliki masalah berkomunikasi dengan pelanggan asing dalam bahasa Inggris, mengingat pengalamannya selama hampir 20 tahun bekerja di salon rambut yang menargetkan klien warga asing.
Salon rambut Jepang menawarkan perawatan rambut yang teliti dan menyeluruh dengan pola pikiromotenashi(ramah tamah) dengan harga yang terjangkau karena melemahnya yen. Jepang juga salah satu dari sedikit negara di dunia di mana kualifikasi nasional diperlukan bagi penata rambut.
Salah satu pelanggannya yang rutin adalah seorang wanita dari Hawaii yang datang ke salonnya dua kali setahun ketika mengunjungi Jepang. “Pelanggan yang kembali meningkat, terutama orang Amerika,” katanya.
Penata rambut di Jepang lainnya, Teppei, memiliki pelanggan yang 80 persen hingga 90 persen adalah warga negara asing, di mana sekitar setengahnya adalah wisatawan internasional.
Pelanggan yang kembali termasuk seorang wanita Kanada yang mengunjungi salon rambutnya kira-kira setiap tiga bulan ketika dia bepergian ke Jepang.
“Dirawat di salon rambut di Jepang adalah bentuk hiburan,” kata Teppei. “Jika mereka merasa lebih puas daripada yang mereka harapkan, mereka akan datang lagi. Ini tentang apakah Anda bisa membuat mereka menjadi pelanggan yang kembali,” ucapnya.
“Ini seperti restoran berperingkat Michelin. Tujuan akhir saya adalah membuat pelanggan datang ke Jepang khusus untuk pengalaman dirawat oleh saya,” tuturnya.
Add
as a preferred
source on Google
Promosi Mulut ke Mulut, Turis Serbu Salon Rambut di Jepang
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Nama Denza Diduga Bakal Diganti Jadi Danza di Indonesia
Baca lagi: Khas Madinah, Pahami Ciri-ciri Kurma Ajwa Asli agar Tak Salah Beli
Baca lagi: FOTO: Latihan Dasar Militer Komcad ASN Kementerian



