
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Sejak pandemi COVID-19, makin banyak orang yang kian waspada akan penularan
virus
ataupun kuman.
Pesawat
jadi salah satu moda transportasi yang dikhawatirkan, karena terkenal sebagai tempat penyebaran kuman di udara.
Nah, untungnya ada lokasi kursi pesawat yang disebut paling aman dari penyebaran virus dan kuman. Ini bukan sekadar berdasarkan pengalaman empiris, melainkan sudah ada bukti ilmiahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, di mana letak kursi yang paling aman di dalam pesawat? Yuk, simak penjelasan berikut ini.
Kursi dekat jendela ternyata pilihan teraman
Berdasarkan temuan para peneliti dari Universitas Emory di Amerika Serikat, kursi dekat jendela dan bagian belakang pesawat menjadi tempat teraman di pesawat.
Penelitian yang dipimpin oleh Vicki Stover Hertzberg dan dipublikasikan di jurnal
Applied Biological Sciences
(2018) ini, mempelajari 10 penerbangan lintas benua dari AS dan mengambil 229 sampel selama perjalanan jarak jauh tersebut.
Lalu, mengapa kursi dekat jendela bisa jadi pilihan teraman dari kuman dan virus? Menurut data para peneliti, penumpang yang duduk di dekat jendela lebih jarang berinteraksi dengan orang lain. Ini artinya, kemungkinan penularan secara langsung juga rendah.
Adapun duduk di bagian belakan pesawat juga jadi opsi terbaik untuk menghindari berbagai penyakit yang ditularkan melalui droplet.
Mengutip laman
Islands
, hal ini juga sudah diuji dalam sebuah studi pada 2022 oleh para peneliti dari Universitas Illinois, AS.
Hasil studi membuktikan, bagian belakang pesawat lebih baik karena ada lebih sedikit orang yang akan batuk, bersin, dan bernapas ke arah Anda.
Tetap waspada saat berada di atas pesawat
Senada dengan hasil penelitian di atas, Profesor Fakultas Kesehatan di Universitas California, AS, Bernadette Boden-Albala, juga mengatakan kursi dekat jendela menjadi opsi terbaik.
“Dalam kebanyakan kasus, tempat duduk ideal di pesawat untuk mengurangi risiko flu dan pilek adalah kursi dekat jendela karena letaknya lebih jauh dari area ramai seperti lorong dan kamar mandi,” kata Boden-Albala, seperti dilansir
Reader’s Digest
.
Boden-Albala mengatakan, pesawat modern bahkan sudah memiliki filter udara partikulat dengan efisiensi tinggi. Teknologi ini dapat membersihkan udara yang disirkulasi ulang, sehingga partikel di udara seperti virus bisa berkurang secara signifikan.
Namun sekalipun Anda sudah memilih tempat duduk di belakang pesawat dan dekat jendela, risiko ketularan akan tetap ada.
Hal pertama yang harus diingat, yakni jangan sandarkan kepala ke jendela. Jendela justru jadi tempat yang sangat kotor dan terbukti mengandung bakteri
Staphylococcus aureus
.
Aspek lain yang harus diwaspadai, yakni penumpang lain. Boden-Albala memperingatkan, di mana pun Anda duduk, jika melakukan kontak langsung dengan penumpang pesawat yang menderita penyakit menular, Anda sangat mungkin untuk mendapatkannya juga.
Jadi, bisa dibilang tidak ada zona yang benar-benar bebas kuman dan virus di pesawat. Namun setidaknya Anda bisa menghindari tempat duduk di dekat kamar mandi.
“Duduk di tempat duduk dekat kamar mandi, tempat orang-orang mengantre, hanya akan meningkatkan paparan Anda terhadap potensi virus,” kata Boden-Albala.
(rti)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Mookie Design]
Baca lagi: Spirited Away Versi Teater Bakal Tur Dunia, Ada Indonesia?
Baca lagi: Ruben Onsu Balas Jordi setelah Kerap Disenggol: Sok Hebat
Baca lagi: Viral Penghulu di Jaksel Pimpin Nikah Pakai 3 Bahasa




6 Responses
Keren ulasannya! Singkat, padat, jelas. Bagi temen-temen yang pengen tahu lebih detail, web https://castles.xsrv.jp/2009/02/08/%E5%9F%8E%E3%81%AE%E5%86%8D%E7%99%BA%E8%A6%8B%EF%BC%81%E5%A4%A9%E5%AE%88%E3%81%AE%E3%80%8C%E5%9B%9B%E6%96%B9%E6%AD%A3%E9%9D%A2%E3%80%8D%E3%81%8C%E5%AE%8C%E6%88%90%E3%81%99%E3%82%8B%E3%81%A8%E3%81%8D/ juga punya artikel yang relate banget.
Artikel ini meruntuhkan skeptisisme melalui penyajian bukti-bukti empiris yang dikurasi dengan tingkat ketelitian yang tinggi https://www.pushsquare.com/news/2018/11/editorial_fake_ps5_news_will_be_rampant_over_the_next_12_months jadi semangat buat dibaca lagi
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://kldp.org/comment/254344 yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=299350 di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Artikel ini berhasil merumuskan formulasi teori baru yang mampu menjembatani kesenjangan informasi di tingkat praktisi http://foobar2000.xrea.jp/?Music+Browser+%E8%A7%A3%E8%AA%AC
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, http://nchu-smart-campus.nchu.edu.tw/2017/09/app_21.html juga bahas hal yang sama lho.