Tak Lagi Gratis, Turis Kunjungi Museum di Inggris Bakal Dipatok Tarif

Jakarta, Mookie Design Indonesia

Pemerintah Inggris berencana mengakhiri kebijakan kunjungan gratis

turis asing

ke museum nasional yang populer seperti British Museum dan National Gallery.

Sejak 25 tahun lalu, museum nasional di Inggris dapat dikunjungi secara gratis oleh siapa saja, termasuk turis asing. Namun baru-baru ini, ramai kabar bahwa pemerintah Inggris berencana mematok biaya khusus kunjungan museum nasional bagi turis asing.

Mantan anggota

Labour Party of Parliament

, Margaret Hodge mengajukan tinjauan dari

Arts Council England

yang menyarankan agar ada reformasi kebijakan terkait hal ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pematokan tarif tersebut didorong dengan masalah kurangnya pendanaan untuk museum. Sementara itu, dilaporkan bahwa pemerintah telah menyetujui agar usulan ini lebih ditindaklanjuti.

“Pemerintah percaya dengan mengenakan biaya kepada pengunjung internasional di museum nasional dapat memberikan manfaat yang signifikan,” kata Margaret Hodge, mengutip

Fox News

.

Langkah yang diambil ini juga serupa dengan kebijakan yang ditetapkan di Prancis. Baru-baru ini, pemerintah Prancis menaikkan harga tiket masuk ke Museum Louvre untuk pengunjung dari luar Uni Eropa.

Rencana mematok tarif kepada turis untuk kunjungan museum nasional ini mendapat banyak pertentangan. Saat ini, tidak ada persyaratan hukum yang meminta pengunjung wajib menunjukkan kartu identitas untuk kunjungan.

Dengan sistem seperti ini, nantinya akan sulit untuk membedakan mana pengunjung yang merupakan warga negara dan non-warga negara.

Menanggapi persoalan ini, pemerintah Inggris mempertimbangkan skema ‘ID Digital’ untuk memverifikasi nama, tanggal lahir, kebangsaan atau status tempat tinggal, dan foto pengunjung.

“ID Digital gratis Anda akan disimpan dengan aman di ponsel. Ini menyederhanakan akses ke layanan pemerintah dan berbagai kegunaan lain di seluruh sektor swasta,” kata pemerintah Inggris memberikan informasi terbaru.

Implementasi ID Digital ini diyakini mampu membantu mengatasi masalah identifikasi pengunjung. Kendati demikian, ide membebankan harga kepada turis ini masih mendapat pertentangan.

“Museum Inggris rumah bagi banyak karya seni dan budaya terbaik dari negara lain. Apa kata orang-orang di seluruh dunia jika kami berkata, ‘kami memiliki barang-barang Anda, tetapi kami akan menagih biaya untuk Anda masuk’? Saya tidak suka ide itu,” ujar Direktur Tate, Maria Balshaw.

(ana/wiw)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Mookie Design]

Baca lagi: Vingroup dan Vinhomes Masuk Time Asia-Pacific’s Best Companies 2026

Baca lagi: RI & Arab Cs Kompak Marahi Israel soal UU Hukuman Mati Warga Palestina

Baca lagi: RI & Arab Cs Kompak Marahi Israel soal UU Hukuman Mati Warga Palestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: