
Daftar Isi
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Biasanya kita mudah
tersesat
jika sedang berada di tempat asing untuk pertama kalinya. Misalnya ketika sedang bepergian ke kota lain atau negara lain.
Namun ada pula orang tertentu yang tersesat bahkan di rumahnya sendiri. Hal ini terjadi tidak selalu karena
ingatan
lemah, tetapi kemampuan navigasinya memang tak berfungsi seperti pada orang umumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini disebut sebagai developmental topographical disorientation (DTD) atau disorientasi perkembangan topografi. Adapun kondisi ini bersifat seumur hidup, bukan masalah navigasi yang muncul setelah cedera otak atau penyakit neurologis tertentu.
Apa itu DTD?
Menurut tinjauan literatur mengenai DTD di
Jurnal Neuropsychology Review
(Maret 2026) oleh Ineke J M van der Ham dan Michiel H G Claessen, DTD mengacu pada kondisi kemampuan navigasi yang sangat terganggu pada seseorang yang sehat.
Sering kali kondisi ini menyebabkan konsekuensi serius, bahkan sangat memengaruhi pendidikan dan pilihan karier seseorang. Orang yang mengalami DTD pun cenderung membatasi diri dalam bepergian ke luar rumah.
Sejak 2009, sejumlah studi empiris tentang DTD mulai muncul. Namun belum ada definisi yang jelas tentang DTD, sehingga alat yang bisa mengukur kondisi ini belum tersedia.
Van der Ham dan Claessen mencoba meninjau 15 studi empiris tentang DTD untuk kemudian melihat benang merah kondisi langka tersebut.
Hasilnya, kesulitan navigasi ini sebagian besar berkaitan erat dengan masalah kualitas peta mental atau peta kognitif.
Kemampuan seseorang dengan DTD untuk mengenali landmark atau markah seperti gedung, gunung, dan sebagainya, masih bisa berfungsi dengan baik. Hanya saja ia kesulitan menemukan jalan untuk menuju landmark tersebut.
Masalah ini bahkan bisa terjadi di rumah sendiri. Pada kasus yang parah, penderita DTD bahkan tak bisa menggambar denah rumah atau sekadar mengingat urutan ruangan di dalamnya.
Bagi penderita DTD, solusinya adalah menggunakan rute jalan yang sering dilalui. Kendalanya, yaitu ketika rute yang biasa dilalui ditutup atau tak bisa dilewati karena satu dan lain hal, ia akan kesulitan mencari rute alternatif.
Inilah yang membuat dampak DTD bisa jauh lebih serius ketimbang sekadar ‘payah dalam membaca peta.’
Kasus pertama dilaporkan pada 2009
Mengutip
Science Alert
, kasus pertama yang menggunakan terminologi DTD dilaporkan pada 2009 oleh seorang ahli saraf Giuseppe Laria dan rekan-rekannya di Universitas British Columbia, Kanada
Mereka meneliti seorang perempuan yang mengalami kesulitan navigasi sepanjang hidupnya, meski kemampuan sensorik dan intelektualnya berfungsi dengan baik.
Dari sejumlah tes yang diberikan, perempuan tersebut kesulitan menguraikan dan membangun peta kognitif di dalam benaknya.
Hal ini juga terlihat dari hasil pencitraan otak. Ketika ia mencoba membentuk peta kognitif, wilayah otak yang bekerja dalam mengolah memori dan navigasi spasial tidak menunjukkan pola aktivitas yang khas seperti pada orang lain.
Peta kognitif yang dimaksud di sini, bukan berarti mengingat rute seakan melihat Google Maps di dalam kepala. Pemetaan ini lebih mengacu pada representasi mental tentang bagaimana hubungan antara satu tempat dan tempat lainnya.
Contohnya, seseorang tahu bahwa ada minimarket di dekat stasiun KRL dekat rumahnya. Lalu tak jauh dari situ ada taman kota.
Hubungan antar-tempat seperti inilah yang memungkinkanmu untuk menemukan jalan pintas atau jalan alternatif menuju lokasi tujuan.
Pada penderita DTD, membangun representasi spasial ini di kepala bisa sangat sulit. Untungnya, keberadaan GPS bisa cukup membantu orang dengan kondisi ini jika bepergian keluar rumah.
Namun adanya kondisi khusus ini menunjukkan kerja otak manusia ternyata cukup rumit. Ada banyak pekerjaan yang dilakukan otak agar kita tidak mudah tersesat. Kemampuan hebat ini sering kita anggap remeh.
(rti)
Baca lagi: XLSmart Buka-bukaan Soal Isu Kuota Internet Hangus, Tak Semua Rollover
Baca lagi: PERKOSMI: Baru 10 Persen Produk Kosmetik Sudah Sertifikasi Halal
Baca lagi: E-Voting Kakanwil Berlanjut, Giliran Pegawai Kemenkum Banten Memilih




12 Responses
Penulis menyajikan argumen yang sangat kuat. Saya hanya sedikit skeptis pada efisiensi biaya di awal, namun jika dilihat untuk jangka panjang, solusinya memang sangat masuk akal. https://ajslot88return.com
Banyak poin ‘aha moment’ saat membaca artikel ini. Khususnya bagian yang membahas pola pikir jangka panjang vs jangka pendek, itu benar-benar menyentil realita di lapangan. https://untung88schuberth.xyz
Analisis sebab-akibat yang disajikan terasa sangat runtut. Penulis tidak langsung melompat ke kesimpulan, melainkan menuntun pembaca memahami alurnya tahap demi tahap. https://untung88strada.xyz
Artikel ini membuktikan bahwa tulisan edukatif tidak harus kaku dan membosankan. Penulisannya sangat berkarakter dan hidup! https://bagus365a.help
Artikel ini sangat layak masuk dalam daftar bacaan terbaik bulan ini. Sangat kaya akan wawasan dan inspirasi praktis. https://dara88a.help
Sangat membantu untuk memetakan kembali akar permasalahan. Kerangka analisis di artikel ini langsung bisa dipakai untuk mendiagnosis kendala operasional harian. https://rajaeropaa.help
Dari kacamata pengelolaan tim, pembagian peran yang dijelaskan dalam artikel ini terasa sangat ideal untuk meningkatkan akuntabilitas kerja. https://untung88infinite.xyz
Saya sangat setuju bahwa kunci keberhasilan eksekusi ada pada kejelasan pembagian tugas, bukan sekadar menuntut hasil akhir tanpa arahan. https://bagus365dingdong.xyz
Berbeda dengan pendekatan tahun lalu yang terlalu kaku, metode di artikel ini terlihat jauh lebih fleksibel menyikapi pergeseran tren terkini. https://profit88a.help
Suka sekali dengan penekanan pada aspek psychological safety. Ketika orang merasa aman untuk berbuat salah dan belajar, inovasi baru benar-benar bisa tumbuh. https://untung88maniac.xyz
Penjelasan yang sangat bagus mengenai pentingnya feedback loop. Komunikasi dua arah memang kunci utama agar alur kerja tidak tersumbat di tengah jalan. https://rajaeropa.top
Artikel ini memberikan panduan jernih cara memindahkan arsip fisik ke format digital tanpa membuat alur pencatatan baru jadi terasa membingungkan. https://alainraoust.com