Sering Minum Ini? Awas Favorit Kamu Masuk ‘Daftar Merah’ Nutri Level

Jakarta, Mookie Design Indonesia

Segelas

kopi susu aren

di pagi hari, teh tarik saat sore, atau boba di akhir pekan, kebiasaan yang terasa biasa ini kini mulai mendapat perhatian khusus. Pemerintah akan memberi label

Nutri Level

pada sejumlah minuman populer yang kerap dikonsumsi masyarakat.

Pada tahap awal, beberapa minuman yang akrab di keseharian akan lebih dulu masuk dalam daftar. Di antaranya:

• Minuman boba

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

• Teh tarik

• Kopi susu aren

• Jus

Melansir

Detik

, minuman-minuman ini dipilih bukan tanpa alasan. Kandungan gula yang relatif tinggi membuatnya masuk dalam kategori yang perlu diawasi konsumsinya.

Apa itu Nutri Level?

Nutri Level merupakan sistem penilaian kandungan gula dalam produk pangan dan minuman, yang ditampilkan dalam bentuk huruf dan warna. Tujuannya sederhana, membantu masyarakat mengenali mana pilihan yang lebih sehat.

Label ini terbagi menjadi empat kategori:

• Level A (hijau tua): kadar gula paling rendah

• Level B (hijau muda)

• Level C (kuning)

• Level D (merah): kadar gula paling tinggi

Semakin mendekati merah, artinya kandungan gula dalam minuman tersebut semakin tinggi.

Menariknya, label Nutri Level tidak hanya akan muncul di kemasan produk. Informasi ini juga akan ditampilkan di berbagai media yang sering dilihat konsumen, seperti:

• Daftar menu

• Spanduk

• Kemasan eceran

• Selebaran atau leaflet

• Menu pada aplikasi pemesanan online

Dengan begitu, konsumen tetap bisa mempertimbangkan pilihan meski membeli minuman langsung di gerai.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berharap kebijakan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi konsumsi gula berlebih di masyarakat. Pasalnya, pola makan tinggi gula, garam, dan lemak berkaitan erat dengan meningkatnya penyakit tidak menular.

Salah satu contohnya terlihat pada lonjakan biaya pengobatan gagal ginjal. Pembiayaan penyakit ini meningkat lebih dari 400 persen, dari Rp2,32 triliun pada 2019 menjadi Rp13,38 triliun pada 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perubahan pola konsumsi sejak dini. Melalui Nutri Level, pemerintah ingin menghadirkan informasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Dengan begitu, masyarakat tetap bisa menikmati minuman favoritnya, namun dengan pilihan yang lebih sadar dan terukur.

Baca selengkapnya

di sini

.

(tis/tis)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Mookie Design]

Baca lagi: Jepang Bantu Pasokan Minyak Asia Tenggara Lewat Pinjaman Rp171,34 T

Baca lagi: Bank Mega Rayakan HUT ke-57 dengan Donor Darah hingga Tebar Diskon

Baca lagi: Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Chromebook Dituntut 6 dan 15 Tahun Penjara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: