Saran Tak Biasa Pramugari Ini untuk Penumpang Pesawat: Bawa Bekal

Jakarta, Mookie Design Indonesia

Makanan yang disajikan di

pesawat

sering kali tampak lezat dan menggugah selera. Tetapi ketika dicicipi, terkadang rasanya justru hambar dan nafsu makan pun hilang.

Namun faktanya, makanan yang disajikan di atas pesawat itu mengandung lebih banyak garam dan gula dibandingkan takaran biasanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kadar garam dan gula dinaikkan sekitar 20 persen, hal ini karena rasa makanan akan terasa lebih hambar di atas pesawat.

Akibat tekanan udara, kabin pesawat akan lebih kering. Ini yang menyebabkan indera perasa penumpang kurang peka terhadap rasa asin dan manis.

Makanya, katering maskapai kerap menambahkan lebih banyak garam dan gula ke makanan agar rasa hidangan yang disajikan tidak hambar. Mereka menambahkan 20 persen garam lebih banyak untuk hidangan gurih dan 20 persen gula ke hidangan penutup.

Jadi, penumpang yang tengah menjaga asupan garam dan gula disarankan untuk menghindari makanan pesawat.

Makanan yang kelebihan garam dan gula tentu membuat tubuh kelebihan kalori, sehingga saat turun pesawat mungkin penumpang akan terasa kembung.

Melansir

Travel and Leisure

, seorang pramugari berpengalaman dari maskapai Emirates, Kamila Jakubjakova, menyarankan agar penumpang membawa makanan sendiri alias bekal ketika naik pesawat agar bisa mengontrol makanan tetap sehat dengan kadar yang sesuai.

“Makanan pesawat sering kali terlalu asin. Untuk alasan ini, saya lebih suka membawa makanan ringan saya sendiri ketika terbang,” ujar Jakubjakova, mengutip Travel and Leisure.

Saat naik pesawat, biasanya penumpang diizinkan untuk membawa makanan padat masuk ke kabin. Makanan padat misalnya roti lapis, buah, biskuit, atau makanan berat lainnya.

Penumpang bisa membawa bekal sendiri dan menyantapnya selama penerbangan, sehingga tubuh dipastikan mengonsumsi makanan yang sehat.

Namun perlu hati-hati dalam memilih bekal yang dibawa. Hindari makanan yang termasuk kategori cairan atau gel seperti yogurt, salsa, atau hummus. Makanan cair seperti ini perlu dikemas di dalam wadah dan beratnya kurang dari 3,4 ons.

Sebenarnya, ada beberapa maskapai yang sadar akan masalah ini dan sudah mencoba untuk mencari solusi. Mereka ingin tetap memprioritaskan hidangan yang disajikan tidak hambar, tapi juga tidak membuat penumpang kelebihan garam dan gula.

Sebagai jalan tengah, mereka akan menggunakan bahan-bahan berkualitas yang segar dan cerdas memilih resep seperti menyajikan makanan yang berani bumbu rempah.

Beberapa maskapai yang dianggap memiliki catering terbaik adalah Emirates, Qatar Airways, Air France, Singapore Airlines, dan Turkish Airlines.

“Makanan di maskapai penerbangan premium seperti Emirates, Qantas, dan Etihad semuanya baru dibuat, lalu dibekukan. Ini semua makanan asli (real food) dan saya bahkan bisa membandingkannya dengan makanan di restoran,” ujar seorang pelancong kepada eShores.

(ana/fef)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Mookie Design]

Baca lagi: Konser F4 di Jakarta Tambah Hari, Show 28 Mei Dijual Besok

Baca lagi: Banggar-Kepala BGN Rapat, Soroti Kendala MBG dan Penajaman Anggaran

Baca lagi: Resep Butter Tteok, Dessert yang Lagi Tren di Korea dan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: