
Daftar Isi
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Salt bread
ternyata masih digemari di Indonesia. Sempat tren beberapa waktu lalu, rupanya tren ini belum redup bahkan semakin menjamur. Kenapa roti sederhana ini banyak disukai?
Sebelum ramai di Indonesia,
salt bread
terlebih dahulu viral di Korea Selatan. Dengan kekuatan internet,
salt bread
dari Jayeondo Sogeumpang menyedot perhatian netizen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya dengan satu menu yakni
salt bread
, tempat ini selalu ramai dikunjungi baik oleh warga lokal maupun turis asing. Orang rela antre untuk mendapatkan paket berisi empat buah
salt bread
yang dibanderol dengan harga 12 ribu won (sekitar Rp156 ribu).
Berasal dari Jepang
Dunia pun melirik
salt bread.
Roti sekilas tampak sederhana. Bentuknya menyerupai gulungan dengan kedua sisi agak mengerucut, berwarna coklat keemasan dengan taburan garam.
Akan tetapi roti menawarkan kekayaan rasa gurih dari lelehan mentega, asin taburan garam, serta sensasi renyah di bagian luar dan lembut di dalam.
Meski ramai di Korea Selatan, sebenarnya salt bread berasal dari Jepang.
Salt bread
awalnya dikenal sebagai
shio pan
yang dikreasikan para baker di Prefektur Ehime. Roti ini pun populer sejak 2010-an.
Menghimpun informasi dari berbagai sumber,
shio pan
berbeda dengan
sogeum ppang
alias salt bread Korea.
Shio pan
rasanya lebih ringan, sedangkan
sogeum ppang
lebih ‘kaya’ dan lebih terasa menteganya. Selain itu, bagian bawah roti kamu akan menemukan sensasi mentega yang terkaramelisasi.
Popularitas
salt bread
di Korea Selatan sampai ke tanah air. Tak butuh waktu lama, muncul produsen
salt bread
lokal yang menawarkan rasa tak kalah nikmat.
Rupanya tren
salt bread
ini belum redup. Terbukti jenama Dough Darling yang terkenal akan donatnya melakukan ekspansi dengan jenama Sunday Batch. Sidney Mohede, Co-Founder Sunday Batch, berkata orang Indonesia menyukai kudapan asin sehingga salt bread tidak akan kehilangan pamor dan tetap digemari.
“Lidah kita ini sebenarnya lidah asin. Lalu kita orang Indonesia itu suka tekstur jadi ada asin, lembut, ada
crunchy
. Saya rasa orang Indonesia suka banget [karena faktor itu],” ujar Sidney dalam grand launching Sunday Batch di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (3/9).
Menanggapi Sidney, Co-Founder Sunday Batch Ivan Mario menceritakan pengalamannya berlibur ke Korea Selatan dan menyicip
salt bread
untuk pertama kali. Menurutnya salt bread bukan istimewa karena viral melainkan karena bisa menjadi
comfort food
.
Waktu itu tidak ada pilihan rasa yang beragam seperti di Sunday Batch tapi menyantap
salt bread
beberapa kali tidak membuatnya bosan. Pun roti ini tidak menimbulkan rasa ‘eneg’.
Sementara itu, menikmati
salt bread
memang paling pas saat hangat sebab tekstur renyah bagian kulitnya bakal lebih ‘nendang’. Kamu bisa memanaskan salt bread menggunakan teflon atau wajan antilengket di atas api kecil.
Paling mudah, panaskan dengan air fryer atau oven di suhu 170 derajat CelciusĀ selama empat menit.
(els)
Baca lagi: PSSI Jawab Rumor Timnas Indonesia Lawan Yordania di FIFA Matchday
Baca lagi: Komponen Mobil yang Rentan Rusak Terpapar Abu Vulkanik
Baca lagi: BMKG Wanti-wanti September Masih Fase Kritis Karhutla



