
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Papan reklame atau baliho raksasa dengan judul
film
Aku Harus Mati
kini tengah jadi sorotan. Materi hiburan itu dinilai meresahkan bagi banyak orang.
Tak main-main, para ahli
kesehatan jiwa
bahkan memandangnya sebagai ancaman nyata bagi kenyamanan psikologis masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter spesialis kesehatan jiwa Lahargo Kembaren mengingatkan bahwa paparan pesan tersebut bisa sangat melukai jiwa-jiwa orang yang sedang berjuang melawan depresi.
Sayangnya, kita tak bisa benar-benar tahu siapa saja yang berjuang melawan depresi. Lahargo mengatakan, banyak orang yang tampak tenang dari luar, namun tengah mengalami peperangan batin yang sangat berat.
“Bagi individu yang sedang merasakan keputusasaan atau memiliki trauma, kalimat ‘aku harus mati’ bukan lagi sekadar judul film. Kalimat itu bisa jadi pemicu psikologis yang memperkuat pikiran negatif, seolah kematian adalah satu-satunya jalan keluar,” ujar Lahargo, melansir
detikhealth
.
Jalan raya sendiri merupakan ruang publik yang bisa diakses oleh siapa saja. Lahargo menekankan pentingnya menjaga
psychological safety
atau keamanan psikologis di ruang terbuka.
Paparan visual yang dramatis tentang kematian, lanjut Lahargo, dapat memicu fenomena
werther effect
atau penularan perilaku bunuh diri.
Lahargo mengajak semua masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang publik. Beberapa pesan bisa saja dianggap sepele oleh beberapa orang, tapi bagi beberapa lainnya, pesan justru bisa jadi berbahaya.
“Ada judul yang menjual rasa takut, tetapi bisa melukai mereka yang sedang berjuang untuk tetap hidup. Pesan di ruang publik seharusnya mempertimbangkan
psychological safety
,” pungkasnya.
(asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: FOTO: Pendataan Pendatang Baru Jakarta Pasca Lebaran 2026
Baca lagi: Bangladesh Pangkas Jam Kerja Demi Hemat Energi Imbas Konflik Timteng
Baca lagi: Justin Bieber Bertaruh Banyak di Coachella Akhir Pekan Ini

