
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Maskapai penerbangan asal Australia, Qantas, terpaksa mengalihkan rute penerbangan internasionalnya yang menuju Amerika Serikat (AS) menyusul aksi brutal seorang penumpang pria yang mengamuk hingga menggigit
pramugari
di udara.
Insiden kekerasan tersebut terjadi pada Jumat (15/5) dalam penerbangan Qantas yang lepas landas dari Melbourne dengan tujuan Dallas, AS.
Akibat situasi kabin yang tidak kondusif, pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di Papeete, ibu kota Polinesia Prancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan media nasional Australia
ABC
, keonaran penumpang itu dimulai saat pesawat tengah mengudara melintasi Samudra Pasifik.
Pria yang bertindak agresif tersebut sempat diringkus dan ditahan oleh sesama penumpang lain yang berada di dekatnya agar tidak membahayakan seisi pesawat.
Namun, sebelum berhasil dilumpuhkan sepenuhnya, pria tersebut dilaporkan sempat menggigit salah satu anggota kru kabin Qantas yang sedang bertugas.
Begitu pesawat menyentuh landasan pacu di Papeete, otoritas kepolisian setempat langsung naik ke atas pesawat untuk mengamankan dan menahan pelaku guna proses hukum lebih lanjut.
Pihak Qantas langsung mengambil tindakan disipliner yang sangat tegas terhadap pelaku berupa sanksi
no-fly ban
(pencabutan hak terbang) secara permanen.
“Keselamatan pelanggan dan kru kami adalah prioritas nomor satu. Kami menerapkan toleransi nol terhadap perilaku disruptif atau mengancam dalam penerbangan kami,” tegas juru bicara Qantas dalam pernyataan resminya pada Minggu (17/5), seperti dilansir
The Sraits Times
.
(wiw)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Mookie Design]
Baca lagi: 7 Herbal Penurun Kolesterol yang ‘Mantap’ Buat Tubuh
Baca lagi: Penyebab Kecelakaan Kereta Tewaskan 8 Orang di Thailand
Baca lagi: Sopir Bus dan Masinis Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Thailand


