
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Niky Putra, seorang
content creator
yang terkenal di platform TikTok, menceritakan pengalamannya bertualang di alam ketika liburan ke
Hong Kong
. Sebagai anak kota alias ‘
city boy
‘, di Hong Kong untuk pertama kali dia mencoba
hiking
hingga
stand-up paddling
.
Influencer yang akrab disapa Niky itu mengaku ia adalah tipe yang lebih suka menjelajahi wilayah perkotaan dibandingkan main ke alam, kalau sekarang biasa disebut dengan ‘
city boy
‘ atau ‘
city girl
‘.
Hingga suatu hari, ia diajak pergi berlibur ke Hong Kong selama lima hari empat malam. Petualangan kali ini ia bersama dengan Arvino dan Vanessa Amanda, dua teman
content creator
di platform yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pas diajak ke sini lagi, aku pikir pengen keliling kota dan belanja. Tahu-tahunya kita main di alam, yang enggak pernah aku tahu itu Hong Kong punya alam yang sangat indah,” kata Niky dalam acara EIGER x Hong Kong Tourism Board di Jakarta, Selasa (31/3).
Salah satu julukan Hong Kong adalah Manhattan dari Timur, karena banyaknya gedung pencakar langit yang menjulang. Terdapat sekitar 8.000 gedung pencakar langit di kota Hong Kong. Jumlah itu bahkan mengalahkan New York.
Selama ini, Hong Kong yang ada di ingatannya adalah destinasi urban, tapi ternyata justru Niky banyak mencoba aktivitas outdoor untuk pertama kalinya ketika berkunjung ke Hong Kong. Mulai dari kayaking,
stand-up paddling
, hingga naik gunung atau
hiking
.
Niky akhirnya pecah telor mencoba mendaki pegunungan Tai Mo Shan, setelah selama ini lebih senang nge-mall di dalam kota.Dia mengisahkan pengalaman naik gunungnya kali ini sangat terbantu, karena Vanessa sudah sering mendaki sehingga ia mendapat banyak pengarahan dari temannya tersebut.
“Jadi kalau misalkan ditanya Niky pertama kali naik gunung di mana? Di Hong Kong! Untungnya di sini ada Vanessa ya. Dia bisa nge-guide kita bagaimana caranya naik gunung yang baik dan benar, dari pijakannya juga, takutnya kan keserimpet,” ujar Niky kepada
Mookie DesignIndonesia.com
sembari tertawa.
Selain hiking, selama di Hong Kong ia juga mencoba banyak aktivitas luar ruangan lainnya dan keluar dari zona nyaman sebagai ‘
city boy
‘. Salah satunya stand-up paddling di Go Park Aqua.
Meskipun jatuh berkali-kali, karena ia pemula dan pertama kali, tetapi Niky merasa senang karena pemandu di sana dapat mengajarkannya dengan ramah dan mudah dimengerti.
“Iya, aku jatuh melulu! Tapi kalau kalian mau paddling di sana tuh juga aman, karena kita diajarin banget
step-by-step
-nya dan dijagain. Kalau aku nih keseimbangannya lumayan susah, soalnya waktu itu lagi berangin,” seru Niky.
Menariknya lagi, Niky dan teman-teman juga melakukan Island Hopping atau berkunjung ke pulau-pulau eksotis yang ada di Hong Kong. Di Sharp Island, lagi-lagi untuk pertama kalinya ia mencoba kayaking.
Sambil kayaking, Niky terpana dengan keindahan alam di sana. Pemandangannya luar biasa indah dan suasananya tenang. Di sana, dia melihat fenomena jalur tombolo, jalur pasir yang terlihat ketika air laut surut.
“Kita itu main kayak di Sharp Island terus pemandangannya juga indah. Ada fenomena yang kalau misalkan kita foto di beberapa angle itu kelihatannya ngambang gitu jalan di atas air. Bisa ada seindah ini di Hong Kong aku baru tahu,” kata Niky.
Petualangannya belum berakhir. Niky juga membagikan keseruan lainnya mulai dari glamping di Saiyuen Camping Adventure Park, Bersepeda di Plover Cove Reservoir, hingga kulineran sambil berwisata budaya di Cheung Chau.
Meskipun Niky mengaku ia jadi ketagihan setelah pertama kali mencoba berpetualang di alam dan eksplor banyak aktivitas seru, tetapi destinasi yang paling berkesan untuknya adalah ketika jalan-jalan di Cheung Chau.
“Aku pilihnya Cheng Chau sih. Lebih berkesan karena aku naturalnya sebagai ‘city boy’, tidak terlalu suka yang ke alam-alam dan heboh gitu,” ungkap Niky.
Selama di Cheung Chau, Niky asyik berwisata kuliner. Bagi Niky, makanan yang ia cicipi di Cheng Chau semuanya enak dan masih cocok dengan lidah Indonesia.Favoritnya adalah cumi-cumi yang ia beli di Cheung Chau. Selain itu, menurut Niky olahan daging di daerah ini juga khas dan lezat.
“Ada cumi. Enak banget cuminya. Itu di Cheng Chau juga, berkesan banget. Daging-daging Cheng Chau tuh memang enak,” tuturnya.
Selain itu, yang membuatnya terkesan dengan Cheung Chau adalah karena suasana di sana yang tenang. Bagi Gen Z, healing juga termasuk liburan, dan Cheung Chau adalah tempat healing terbaik yang direkomendasikan oleh Niky.
“Kalau suasana di Cheung Chau, hening banget. Jadi kalau kalian butuh healing, salah satu tempat healing terbaik adalah di Cheung Chau menurut aku selama aku hidup.
Cheung Chau semakin terasa syahdu, karena di sana Niky bisa deep talk dengan teman-temannya sambil melihat taburan bintang yang terlihat jernih di langit malam. Ia juga glamping dan BBQ selama di Cheung Chau, menikmati pemandangan yang indah dengan suasana yang tenang dan sejuk.
“Kalau misalkan memang kalian ‘city boy’ kayak aku, ya kota saja dulu ditamatin. Atau kayak aku 3 hari di alam, 2 hari di kota gitu. Nah itu destinasinya menurut aku Cheng Chau bagus, atau sepedaan di Plover Cove Reservoir itu bagus banget sumpah,” tutupnya, sambil memberi rekomendasi destinasi jika berlibur ke Hong Kong.
Add
as a preferred
source on Google
Cerita Niky Putra Ketagihan Nikmati Wisata Alam Hong Kong
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Sinopsis The Super Mario Galaxy Movie, Upaya Setop Ambisi Bowser Jr.
Baca lagi: Status Peringatan Tsunami Imbas Gempa Bitung M7,6 Dinyatakan Berakhir
Baca lagi: KPK Periksa Pengusaha Rokok Usut Temuan Rp5 M di Safe House Ciputat



