
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Co-parenting
adalah pola
pengasuhan
yang semakin banyak diterapkan oleh
orang tua
setelah perceraian. Meski hubungan sebagai pasangan telah berakhir, peran sebagai ayah dan ibu tetap berlangsung seumur hidup.
Sayangnya, tidak semua orang tua mampu menjaga komunikasi dan kerja sama yang baik setelah berpisah. Padahal, anak tetap membutuhkan dukungan, kasih sayang, dan kehadiran kedua orang tuanya dalam proses tumbuh kembang.
Cara orang tua menyikapi perubahan dalam keluarga juga dapat memengaruhi kondisi emosional anak. Karena itu, memahami konsep co-parenting menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, stabil, dan mendukung bagi anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip
Verywell Mind
, berikut pengertian, jenis, dan tips menerapkan co-parenting yang baik demi kepentingan anak.
Apa itu co-parenting?
Secara sederhana, co-parenting adalah bentuk pengasuhan di mana kedua orang tua tetap bekerja sama dalam membesarkan anak meski tidak lagi menikah atau menjalin hubungan romantis. Dalam sistem ini, kedua orang tua berbagi tanggung jawab terkait pendidikan, kesehatan, kebutuhan emosional, hingga aktivitas sehari-hari anak.
Fokus utama co-parenting bukanlah hubungan antara mantan pasangan, melainkan kesejahteraan anak. Menurut psikolog klinis Sabrina Romanoff, hubungan yang kooperatif dan saling menghormati setelah perpisahan dapat memberikan contoh positif bagi anak.
Sikap tersebut membantu anak merasa lebih aman sekaligus mendukung perkembangan sosial dan emosionalnya dalam jangka panjang. Di tengah meningkatnya jumlah keluarga dengan orang tua yang berpisah, co-parenting menjadi salah satu solusi untuk memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi.
Jenis-jenis co-parenting
Peneliti mengidentifikasi beberapa pola hubungan co-parenting yang umum terjadi setelah perceraian atau perpisahan.
1. Conflict co-parenting
Jenis ini ditandai dengan konflik yang kerap terjadi antara kedua orang tua. Komunikasi biasanya berjalan kurang baik dan masing-masing pihak memiliki aturan, jadwal, maupun pola asuh yang berbeda.
Kondisi tersebut dapat membuat anak merasa terjebak di tengah pertengkaran orang tuanya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konflik berkepanjangan dalam pengasuhan dapat meningkatkan risiko masalah perilaku, kecemasan, depresi, hingga tekanan psikologis pada anak.
2. Cooperative co-parenting
Cooperative co-parenting merupakan bentuk pengasuhan bersama yang paling ideal. Dalam pola ini, kedua orang tua mampu berkomunikasi dengan baik, saling berbagi informasi mengenai perkembangan anak, serta bekerja sama dalam mengambil keputusan penting.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini umumnya merasakan suasana yang lebih stabil dan konsisten. Penelitian juga menunjukkan bahwa pola pengasuhan kooperatif berkaitan dengan meningkatnya rasa percaya diri, prestasi akademik yang lebih baik, serta kesehatan mental yang lebih positif.
3. Parallel co-parenting
Parallel co-parenting terjadi ketika kedua orang tua menjalankan pengasuhan secara terpisah dengan komunikasi yang sangat minim. Meski konflik tidak terlalu terlihat, kerja sama di antara keduanya juga hampir tidak ada.
Aturan dan rutinitas di masing-masing rumah tangga sering kali berbeda sehingga anak harus menyesuaikan diri dengan dua lingkungan yang tidak selalu selaras. Namun, model ini terkadang menjadi pilihan ketika komunikasi langsung berpotensi memicu konflik yang lebih besar.
Perlu dipahami bahwa bentuk co-parenting dapat berubah seiring waktu. Hubungan yang awalnya penuh konflik bisa berkembang menjadi lebih kooperatif apabila kedua pihak berkomitmen mengutamakan kebutuhan anak.
Baca lanjutannya di halaman berikut..
Tips menerapkan co-parenting yang baik
Agar
pengasuhan
bersama berjalan lebih efektif, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan.
1. Jaga komunikasi secara teratur
Komunikasi yang baik merupakan fondasi utama co-parenting. Kedua orang tua perlu saling berbagi informasi mengenai pendidikan, kesehatan, aktivitas, dan perkembangan anak untuk menghindari kesalahpahaman.
2. Buat rencana pengasuhan yang jelas
Susun kesepakatan bersama mengenai jadwal kunjungan, kebutuhan pendidikan, biaya pengasuhan, hingga keputusan medis. Rencana yang jelas dapat membantu meminimalkan konflik di kemudian hari.
3. Tentukan pola pengasuhan yang sesuai
Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda. Ada anak yang bergantian tinggal bersama kedua orang tua setiap minggu, ada pula yang tinggal bersama salah satu orang tua saat masa sekolah dan bersama orang tua lainnya ketika liburan.
4. Diskusikan perubahan secara terbuka
Kebutuhan anak akan terus berkembang seiring bertambahnya usia. Karena itu, rencana pengasuhan perlu dievaluasi dan disesuaikan secara berkala melalui diskusi yang terbuka.
5. Tetap fleksibel
Tidak semua hal berjalan sesuai rencana. Orang tua perlu memberi ruang untuk fleksibilitas saat menghadapi perubahan jadwal, keadaan darurat, atau situasi tak terduga lainnya.
6. Hormati perbedaan gaya pengasuhan
Setiap orang tua memiliki pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak. Selama tidak membahayakan anak, penting untuk menghormati perbedaan tersebut dan memberi kesempatan bagi anak untuk membangun hubungan yang sehat dengan kedua orang tuanya.
7. Beri ruang bagi orang tua sambung
Dalam beberapa situasi, salah satu atau kedua orang tua mungkin memiliki pasangan baru. Kehadiran orang tua sambung yang suportif dapat menjadi tambahan dukungan bagi anak sehingga perlu disikapi secara bijak.
8. Jaga interaksi tetap positif
Pertemuan saat mengantar anak, menghadiri acara sekolah, atau merayakan ulang tahun sebaiknya dilakukan dengan sikap yang sopan dan saling menghormati demi kenyamanan anak.
9. Maksimalkan waktu bersama anak
Saat anak berada bersama Anda, manfaatkan waktu tersebut untuk membangun kedekatan melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.
10. Kelola perasaan saat berjauhan dengan anak
Merasa sedih ketika anak berada bersama orang tua lainnya adalah hal yang wajar. Namun, waktu tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk beristirahat, mengembangkan diri, atau melakukan aktivitas yang disukai.
Co-parenting adalah bentuk kerja sama antara dua orang tua yang tetap berkomitmen membesarkan anak meski hubungan mereka telah berakhir. Keberhasilan co-parenting bukan ditentukan oleh masa lalu kedua orang tua, melainkan oleh kemampuan mereka untuk bekerja sama demi masa depan anak.
Add
as a preferred
source on Google
Co-Parenting Adalah Kunci Pengasuhan Sehat Setelah Perceraian
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Sepekan Berlalu, Petugas Kesulitan Jangkau Titik Api TPA Jatiwaringin
Baca lagi: Viral Petani Diangkut Drone Besar Saat Pulang-Pergi ke Sawah di Tuban
Baca lagi: Sidang Tipikor, Ketua Kadin Solo Akui Setor Rp125 juta ke Sudewo Pati




8 Responses
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di http://les20km.blog.free.fr/index.php?post/2014/02/06/Chers-adh%C3%A9rents siapa tau ngebantu.
Sebuah dinamika narasi yang sangat memikat; argumennya mengalir tanpa ada kesan pemaksaan ide https://www.crunchbase.com/organization/jaali-bean
Penulis sangat teliti dalam menyaring data primer, sehingga ulasan yang dihasilkan terasa begitu otentik dan terpercaya https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=0&page=2&kwd=129 saya senang bisa menemukan artikel seperti ini
Bener-bener membuka wawasan baru nih. Makasih sharing-nya! Kebetulan saya juga nemu bahan bacaan yang relate banget di http://www.all4music.ugu.pl/profile.php?mode=viewprofile&u=70824 cekidot aja guys.
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://ko.wikipedia.org/wiki/%EC%A7%84%EB%B3%B4%EC%8B%A0%EB%8B%B9 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://kldp.org/comment/257218 yang cukup menarik.
Sebuah ulasan solutif yang berorientasi pada hasil nyata dengan tetap mematuhi regulasi dan prinsip-prinsip ilmiah https://magic.ly/kuatkuat/Tren-Transportasi-Ramah-Lingkungan
Artikel ini berhasil merumuskan formulasi teori baru yang mampu menjembatani kesenjangan informasi di tingkat praktisi http://foobar2000.xrea.jp/?Music+Browser+%E8%A7%A3%E8%AA%AC