
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Susu
pasteurisasi sering dipilih karena karakteristiknya dianggap lebih ‘dekat’ dengan susu sumber aslinya dibanding beberapa metode pengolahan lain.
Namun, seperti produk pangan lainnya, ada kelebihan sekaligus hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli dan mengonsumsinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum masuk ke pilihan merek atau rasa, penting untuk mengecek dua hal besar, yaitu kualitas hasil proses pasteurisasi dan cara penyimpanan.
Soalnya, susu pasteurisasi umumnya butuh perlakuan dingin dan memiliki masa simpan yang tidak lama. Di sinilah keputusan membeli menjadi sangat menentukan.
Kelebihan susu pasteurisasi
Apa saja kelebihan susu pasteurisasi? Berikut ini beberapa poin yang bisa jadi pertimbangan Anda:
1. Paling mendekati karakteristik susu asli
Ahli Gizi Vrischika Chabella menyebut susu pasteurisasi sebagai pilihan yang lebih baik dari sisi kemiripan dengan sumber aslinya.
“Kalau misal secara gizi pasti pasteurisasi
will win
. Yang paling mendekati sumbernya, yaitu dari si sapinya itu sendiri, itu yang paling baik,” ujar Vrischika saat ditemui di Konferensi Pers Hometown Artisan Dairy di Summarecon Mall Serpong, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/5).
Ia juga menyoroti banyak susu dengan rasa, semisal varian cokelat, vanila, mocca, dan sebagainya, kerap sudah jauh dari bentuk susu sumber aslinya, karena penambahan berbagai komponen.
“Ditambahkan air, ditambahkan glukosa, pengawet, perisa, pewarna. Jatuhnya itu bukan susu, jatuhnya itu minuman susu,” kata Vrischika lagi.
2. Mengandung manis alami
Susu pasteurisasi tergolong susu segar, apalagi produk yang komposisi susu segarnya mencapai 100 persen. Susu ini mengandung gula alami dari laktosa, sehingga tak perlu lagi ada gula tambahan.
“Nah, susu itu sebenarnya mengandung gula alami, namanya laktosa. Itu alami ya, jadi bukan gula tambahan,” ucap Vrischika.
Ia juga menjelaskan, gula tambahan cenderung memiliki struktur dan cara cerna yang berbeda, sehingga konsumsi berlebih berpotensi membawa risiko kesehatan jangka panjang.
3. Lebih padat nutrisi
Dari sisi nutrisi, Vrischika menyebut susu pasteurisasi dipanaskan pada suhu yang relatif lebih rendah dibanding metode lain, sehingga protein dan kandungan nutrisi tetap lebih terjaga.
Susu pasteurisasi dipanaskan di suhu sekitar 70-80 derajat Celsius. Adapun susu UHT biasanya dipanaskan di atas 130 derajat Celsius, yang berpotensi merusak struktur susu dan kandungan nutrisi di dalamnya.
Suhu pemanasan pada metode pasteurisasi cukup untuk membunuh bakteri dalam susu, tetapi tidak merusak kandungan nutrisi di dalamnya. Inilah alasan susu pasteurisasi biasanya tetap terasa creamy meskipun tidak selalu menambahkan perisa atau bahan lain.
4. Cocok dijadikan campuran minuman lain
Bukan hanya diminum langsung, susu pasteurisasi juga banyak dicari untuk kebutuhan racikan dengan minuman lain. Misalnya, untuk kopi hingga matcha.
Cindyanto Kristian, CEO Sewu Segar Nusantara, bagian dari Great Giant Foods sekaligus distributor Hometown Artisan Dairy, menekankan bahwa susu pasteurisasi memberi hasil racikan yang lebih “segar” dan creamy saat dicampur.
“Pada saat diaplikasikan… buat temen-temen yang suka latte, matcha, cappuccino…
the creamiest And the freshest
itu akan terasa pada saat dicampur,” ujar Cindyanto pada kesempatan yang sama.
Masa simpan tidak terlalu lama
Satu pertimbangan besar susu pasteurisasi, yakni masa simpannya yang relatif singkat. Hal ini karena proses pasteurisasi menggunakan suhu di bawah 100 derajat Celsius dan tetap memerlukan kontrol penyimpanan dingin (
cold chain
).
Brand Director Hometown Artisan Dairy, Natasha Johannes, memberikan tips penyimpanan yang aman untuk susu pasteurisasi.
”
Definitely
harus di suhu
between 0 to 4 degrees
, dan kita
suggestion
-nya tuh dikonsumsi dalam 2 sampai 3 hari,” ucap Natasha.
Hal serupa juga ditegaskan oleh Yuliantoni Queen, Great Giant Livestock Business Unit Head, Dairy Farm, Breeding and Fattening. Ia menyebut susu pasteurisasi dapat bertahan 21-30 hari bila kemasan tertutup dan disimpan di tempat dingin. Jika kemasan sudah dibuka, masa simpannya menjadi maksimal dua hari.
Hometown Artisan Dairy sendiri memang memiliki produk susu dengan komposisi susu segar 100 persen yang diolah dengan pasteurisasi bersuhu di bawah 100 derajat Celsius. Suhu ini cukup untuk membunuh bakteri berbahaya, tetapi bisa menjaga nutrisi alaminya.
[Gambas:Infografis Mookie Design]
Siapa yang bisa mengonsumsi susu pasteurisasi?
Susu pasteurisasi bisa dikonsumsi oleh banyak kalangan, tetapi tentu dengan pertimbangan usia dan kebutuhan nutrisi.
Vrischika menjelaskan, susu pasteurisasi umumnya direkomendasikan oleh dokter untuk anak di atas 12 bulan, dengan batas asupan yang mempertimbangkan kebutuhan nutrisi utama anak.
“Maksimalnya untuk anak di bawah dua tahun itu adalah 500 ml per hari. Kenapa? Karena sumber nutrisi utama masih tetap dari makanan, dan susu itu lebih ke suplemen,” kata Vrischika.
Untuk orang dewasa, tidak ada batasan berapa yang bisa dikonsumsi. Namun Vrischika menekankan prinsip moderasi, karena apa pun yang berlebihan tidak baik untuk tubuh.
Add
as a preferred
source on Google
Masa Simpan Susu Pasteurisasi Tidak Terlalu Lama
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Rajiv Puji Mentan Amran Berhasil Swasembada Beras Lebih Cepat
Baca lagi: Pemain Persib Dikagetkan Bobotoh, Bandingkan Brasil dan Galatasaray
Baca lagi: Pelatih Iran Yakin Piala Dunia 2026 Jadi Pemersatu Rakyat



