Kenapa Orang Sering Menggesekkan Kaki Sebelum Tidur?

Jakarta, Mookie Design Indonesia

Secara sadar atau tidak, beberapa orang terbiasa menggesekkan kaki sebelum

tidur

. Kebiasaan yang disebut

cricketing

ini bukan tanpa alasan. Berikut penjelasannya.

Ada perasaan tenang saat kaki dapat beradu atau saling gesek. Rupanya ini bukan sesuatu yang aneh. Disebut cricketing, kebiasaan berupa menggesekkan kedua kaki secara berulang seperti perilaku jangkrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jangkrik menghasilkan suara khas saat menggesekkan kedua kaki mereka. Namun pada manusia, tak ada suara yang dihasilkan tapi ada ketenangan, kenyamanan fisik, dan penurunan kecemasan.

“Ketika seseorang mengalami peningkatan tingkat ketidaknyamanan, yang mengimbangi tingkat dasar mereka, perilaku berulang adalah respons umum untuk mengurangi kecemasan atau stres dari ancaman yang dirasakan,” kata terapis Sydelcis Mendez mengutip dari

Skimm

.

Jade Wu, psikolog tidur, berkata menggerakkan kaki seperti jangkrik bisa jadi pengatur emosi atau perilaku menenangkan diri terutama pada mereka yang memiliki autisme dan

attention deficit hyperactivity disorder

(ADHD).

Kemudian bisa juga kebiasaan menggesekkan kaki di malam hari jadi salah satu gejala sindrom kaki gelisah. Menurut Wu, sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome) termasuk gangguan neurologis yang mendorong orang menggerakkan kaki disertai rasa kencang, kesemutan, tarikan, atau nyeri di kaki.

“Ini biasanya terjadi di malam hari, dan menggerakkan atau menggesekkan kaki meredakan sensasi tersebut. Ini sering dianggap sebagai gangguan terkait tidur karena cenderung mengganggu tidur,” jelas Wu mengutip dari

Health

.

Apa cricketing berbahaya?

Sejauh ini, belum ada bukti bahwa cricketing membahayakan tubuh. Kebiasaan ini dapat dilihat sebagai perilaku positif atau netral karena memiliki lebih banyak efek positif ketimbang negatif.

Menggesekkan kedua kaki dapat membantu menenangkan sistem saraf, meningkatkan perasaan rileks, dan dapat menenangkan diri.

Terapis pernikahan dan keluarga Jennifer Worley mengatakan cricketing tidak merugikan terutama saat tidak menimbulkan rasa sakit atau mengganggu kualitas tidur.

“Jika seseorang merasa tindakan tersebut menenangkan dan tidak mengganggu tidur mereka atau tidur orang lain, kemungkinan besar tidak berbahaya,” kata Worley.

(els)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Mookie Design]

Baca lagi: Pramono Geram Laporan JAKI Dibalas Foto AI: Siapapun yang Salah, Hukum

Baca lagi: Produser Buka Suara soal Kontroversi Film Aku Harus Mati

Baca lagi: Pramono Imbau Warga Tak Panic Buying saat Harga Plastik Melonjak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: