
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Thailand
melaporkan penurunan tajam pada industri pariwisatanya di akhir kuartal pertama tahun ini.
Pemerintah Negeri Gajah Putih menyebut gangguan perjalanan udara global yang dipicu oleh meletusnya Perang Iran menjadi penyebab utama penurunan performa sektor andalan tersebut.
Berdasarkan data resmi, kedatangan wisatawan mancanegara mulai melambat sejak awal tahun, di mana angka kunjungan turun sebesar 1,8 persen pada Februari 2026, sebelum akhirnya merosot tajam hingga 8,7 persen pada Maret 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara kumulatif, Thailand menerima 9,31 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang kuartal pertama 2026. Angka ini menunjukkan kontraksi sebesar 2,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Asisten Gubernur Bank of Thailand, Chayawadee Chai-anant, mengungkapkan bahwa dampak konflik geopolitik ini sangat memukul pasar Timur Tengah.
“Kedatangan turis dari negara-negara Teluk anjlok hingga nyaris nol pada bulan Maret (2026). Hal ini terjadi setelah serangan dari Iran memicu penutupan bandara massal di seluruh wilayah tersebut,” jelas Chayawadee, seperti dilansir
VN Express
.
Selain melumpuhkan pasar Timur Tengah, perang juga memicu efek domino pada pergerakan turis regional atau di kawasan Asia Tenggara.
Kunjungan wisatawan dari negara tetangga seperti Malaysia, juga terpantau ikut melemah selama kuartal pertama tahun ini.
Lonjakan harga bahan bakar global imbas perang telah meningkatkan biaya transportasi, yang pada akhirnya mengurungkan niat warga Malaysia untuk melakukan perjalanan darat lintas batas menuju Thailand.
Sektor pariwisata merupakan pilar krusial bagi perekonomian Thailand karena kontribusinya yang masif terhadap pembukaan lapangan kerja dan konsumsi domestik.
(wiw)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Mookie Design]
Baca lagi: Politik Malaysia Panas, PM Anwar Bubarkan Parlemen jika Koalisi Retak
Baca lagi: Sedang Garap Animasi, Bong Joon-ho Akui Ingin Lampaui Hayao Miyazaki
Baca lagi: Fakta Penyekapan-Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, Modus Loker Palsu



