
Daftar Isi
Cara menanamkan kejujuran pada anak
1. Berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari
2. Terapkan konsekuensi yang konsisten
3. Hindari menjebak anak dengan pertanyaan
4. Ajarkan pentingnya menepati janji
5. Berani mengatakan kebenaran meski sulit
6. Apresiasi keberanian anak untuk jujur
7. Biasakan anak berkata sesuai fakta
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Salah satu nilai penting yang perlu diajarkan kepada
anak
sejak dini ialah kejujuran. Pasalnya, jika sikap jujur tidak ditanamkan sejak kecil, dikhawatirkan anak akan terbiasa berbohong hingga dewasa.
Untuk itu, penting bagi
orang tua
agar mengetahui cara menanamkan kejujuran pada anak sejak dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada dasarnya, tak masalah jika anak sesekali berbohong saat masih kecil. Dalam beberapa kasus, hal ini menjadi bagian dari proses tumbuh kembang. Namun, bukan berarti perilaku ini boleh dibiarkan begitu saja.
Cara menanamkan kejujuran pada anak
Melansir laman All Pro Dad, berikut beberapa cara membiasakan anak jujur yang bisa diikuti orang tua.
1. Berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari
Di rumah, orang tua menjadi panutan utama bagi anak. Apa yang dilakukan orang tua akan lebih mudah ditiru ketimbang apa yang hanya diucapkan.
Maka itu, biasakan untuk selalu berkata jujur di depan anak. Hindari kebiasaan berbohong, walau hanya kebohongan kecil yang dianggap tidak berbahaya.
Andai si anak melihat orang tuanya berbohong, mereka bisa menganggap bahwa perilaku tersebut hal yang wajar.
2. Terapkan konsekuensi yang konsisten
Anak-anak tentu tidak luput dari kesalahan. Ada kalanya mereka berbohong untuk menghindari hukuman atau menutupi kesalahan yang telah dilakukan.
Saat hal itu terjadi, berikan konsekuensi yang sesuai dengan tindakan mereka. Tujuannya bukan untuk membuat anak takut, tapi agar mereka memahami bahwa setiap tindakan memiliki tanggung jawab.
Demikian halnya bila si anak berbohong. Cobalah berikan konsekuensi yang terukur agar ia tidak melakukan hal serupa di kemudian hari.
3. Hindari menjebak anak dengan pertanyaan
Cara menanamkan kejujuran pada anak berikutnya, menghindari menjebak anak dengan pertanyaan.
Sebab, sebagian orang tua terkadang sengaja menguji kejujuran anak dengan pertanyaan tertentu. Padahal, cara ini justru dapat memberi kesempatan bagi anak untuk berbohong.
Misalnya, Anda melihat anak menumpahkan minuman di lantai. Daripada bertanya, “Kamu yang menumpahkan minuman ini?”, lebih baik langsung mengajak anak bertanggung jawab untuk membersihkannya.
4. Ajarkan pentingnya menepati janji
[Gambas:Video Mookie Design]
Kejujuran sejati tak hanya tercermin dari ucapan, tetapi tampak dari kemampuan seseorang dalam memegang janji.
Orang tua harus mengajarkan anak untuk menghargai setiap janji yang mereka buat. Ketika mereka berjanji melakukan sesuatu, dorong mereka untuk menepatinya.
Caranya bisa dipraktikkan melalui keteladanan. Bila orang tua selalu menepati janji, anak akan belajar melakukan hal yang sama.
5. Berani mengatakan kebenaran meski sulit
Terkadang, mengatakan kebenaran bukanlah hal yang mudah. Namun, anak perlu memahami bila bersikap jujur tetap penting walau situasinya tidak nyaman.
Sebagai contoh, jika anak mengetahui temannya melakukan kecurangan saat ujian, ia perlu berani menasihati temannya agar berhenti. Bila perilaku tersebut terus berlanjut, anak dapat meminta bantuan guru untuk menyelesaikan masalah tersebut.
6. Apresiasi keberanian anak untuk jujur
Saat anak berkata jujur, jangan ragu memberikan apresiasi. Bentuknya tak harus berupa hadiah, cukup berupa pujian, pelukan, atau ungkapan rasa bangga.
Apresiasi itu membuat anak merasa bahwa kejujuran menjadi perilaku yang yang baik. Selain itu, dukungan dari orang tua juga dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.
7. Biasakan anak berkata sesuai fakta
Ajarkan anak untuk mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan. Contohnya, mereka tidak perlu memberikan pujian yang tak tulus atau mengatakan hal yang tidak benar hanya untuk menyenangkan orang lain.
Bila tidak memiliki sesuatu yang baik untuk dikatakan, ajarkan mereka untuk memilih kata-kata dengan bijak atau menahan diri untuk tidak berkomentar. Cara ini memang susah, tapi akan menanamkan nilai kejujuran pada si anak.
Itulah beberapa cara menanamkan kejujuran pada anak. Bila diajarkan dengan tepat, anak akan lebih mudah memahami pentingnya berkata jujur dalam kehidupan sehari-hari.
(san/asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Ini 7 Manfaat Ampas Teh untuk Tanaman, Bisakah Buat Usir Hama?
Baca lagi: FOTO: Ratusan Jenazah Gempa Venezuela Dimakamkan di Kuburan Massal
Baca lagi: NCT 127 Konser NEO CITY – THE REDLINE di Indonesia Arena 3 Oktober




10 Responses
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di http://chezp2s.free.fr/index.php?post/2009/01/Partager-des-fichiers-rapidement-et-facilement-sur-le-web nyambung banget.
Artikel yang sangat bermanfaat, bahasanya ringan tapi ngena. Oh ya, buat yang mau eksplor lebih jauh bisa cek http://modestecorrecteur.blog.free.fr/index.php?post/2017/08/13/Arte-enterre-le-h rekomen banget buat nambah referensi.
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://aroundsuannan.ssru.ac.th/index.php?action=profile;area=showposts;u=3149565 di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Penulis memberikan sebuah proposisi yang sangat rasional bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam merancang kebijakan https://freerepublic.com/focus/religion/1773630/posts
Sebuah eksperimen pemikiran yang dieksekusi dengan standar metodologi penulisan esai ilmiah yang sangat ketat https://www.oregonlive.com/kiddo/2008/11/mothers_circle_helps_nonjewish.html
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://kldp.org/comment/257218 yang cukup menarik.
Tulisan yang mengedukasi dan membuka perspektif baru bagi pembacanya. Bila berkenan, kunjungi pula https://kldp.org/node/31863 yang mengulas diskursus terkait dengan cukup tajam.
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=297091 juga.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://www.newdaily.co.kr/site/data/html/2010/10/15/2010101500092.html, lumayan buat pelengkap.
Ini adalah manifestasi konkret dari sebuah karya ilmiah yang menjunjung tinggi kode etik, objektivitas, dan integritas literasi https://relationes.twoday.net/stories/2452216/