
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Bukan rahasia lagi,
duduk
terlalu lama tak baik untuk
kesehatan
. Memangnya, apa saja bahaya duduk terlalu lama?
Duduk terlalu lama boleh jadi gaya hidup keseharian banyak orang di zaman kiwari. Pekerjaan menuntut banyak orang untuk duduk di depan laptop selama berjam-jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, aktivitas duduk kerap dikaitkan dengan
sedentary lifestyle
alias gaya hidup minim gerak. Kebiasaan sedenter diketahui bisa merusak kesehatan secara perlahan.
Saking berbayanya, beberapa ahli dan media menjuluki kebiasaan duduk lama sebagai ‘
the new smoking
‘. Duduk terlalu lama dianggap sama berbahaya dengan kebiasaan merokok.
Bahaya duduk terlalu lama
Untuk lebih jelasnya, ikuti beberapa bahaya duduk terlalu lama berikut ini. Merangkum berbagai sumber, kesemuanya telah dibuktikan dalam penelitian.
1. Meningkatkan risiko kematian akibat kanker
Ini adalah studi teranyar tentang dampak buruk duduk terlalu lama. Mengutip
The Guardian
, duduk lebih dari 30 menit setiap hari ditemukan dapat meningkatkan risiko kanker.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal
PLoS Medicine
ini, melacak lebih dari 900 ribu orang selama satu dekade. Risiko kematian akibat kanker akan meningkat untuk setiap jam tambahan duduk.
Kendati demikian, peneliti juga menemukan, menyelangi kegiatan duduk lebih dari 30 menit dengan aktivitas fisik dapat membantu menurunkan risiko. Cobalah bergerak setiap 30 menit dan berjalan-jalan singkat. Cara ini dapat memberikan manfaat luar biasa untuk kesehatan.
“Data kami menunjukkan bahwa duduk selama lebih dari 30 menit berturut-turut sangat terkait dengan risiko kanker yang lebih tinggi. Kabar baiknya, mengurangi waktu duduk dengan sesuatu yang sederhana seperti berjalan kaki dapat memberikan perlindungan,” ujar penulis utama studi dari Glasgow University, Frederick Ho.
Ho mengatakan, pedoman saat ini umumnya berfokus pada aktivitas fisik intensitas sedang-tinggi. Namun, gerakan ringan juga tidak boleh diabaikan.
2. Meningkatkan risiko obesitas
Mengutip
Better Health
, menggerakkan otot membantu tubuh mencerna lemak dan gula yang dikonsumsi. Jika waktu dihabiskan hanya untuk duduk, maka pencernaan tidak berlangsung efisien. Akibatnya, lemak dan gula akan menumpuk di dalam tubuh dan memicu obesitas.
Penelitian mengatakan, aktivitas fisik sedang selama 60-75 menit per hari dibutuhkan untuk mengatasi bahaya duduk berlebihan.
3. Masalah pada punggung
Pinggul dan punggung tidak akan menopang tubuh dengan baik jika Anda duduk terlalu lama. Duduk membuat otot fleksor pinggul memendek. Kondisi ini dapat memicu masalah pada persendian di area pinggul.
Duduk dalam waktu lama juga dapat menyebabkan masalah pada punggung, terutama jika Anda duduk dengan postur yang buruk. Postur buruk dapat memperburuk kesehatan tulang belakang, seperti kompresi pada cakram di tulang belakang.
Simak bahaya duduk terlalu lama lainnya di halaman berikutnya..
4. Kecemasan dan depresi
Kurangnya aktivitas fisik saling berkaitan dengan masalah mental seperti kecemasan. Hal ini dibuktikan dalam sebuah tinjauan yang dipublikasikan dalam BMC Public Health.
“Temuan dari tinjauan kami menunjukkan bahwa menghabiskan waktu lama dalam sehari dengan duduk dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan,” ujar penulis utama Megan Teychenne, mengutip
Psychology Today
.
Kecemasan dapat menguras energi dan mengurangi motivasi seseorang untuk bergerak. Semakin tidak aktif seseorang, maka semakin besar kemungkinan mereka akan mengalami kecemasan dan depresi.
5. Penyakit jantung
Ini juga bukan rahasia lagi. Duduk terlalu lama bisa berdampak terhadap kesehatan jantung.
Menukil
The Harvard Gazette
, sebuah studi menunjukkan, gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan di antara mereka yang rutin berolahraga sekalipun.
Salah satunya adalah risiko gagal jantung dan kematian akibat kejadian kardiovaskular yang meningkat 40-60 persen saat seseorang kurang gerak atau tidak beraktivitas fisik lebih dari 10,6 jam per hari.
“Risiko gaya hidup sedentari tetap ada bahkan pada orang yang aktif secara fisik,” ujar penulis utama studi dan ahli kardiologi Ezimamaka Ajufo.
6. Diabetes
Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menemukan, kurang gerak juga bisa meningkatkan risiko diabetes.
Namun, mengutip
Harvard Health Publishing
, tak diketahui pasti bagaimana aktivitas duduk berlebih dapat memicu diabetes. Hanya saja, para ahli sepakat bahwa hal ini terjadi lantaran efek metabolisme gula dan lemak yang terganggu saat terlalu sering duduk.
“Keduanya [metabolisme gula dan lemak] memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes dan penyakit jantung,” ujar ahli kedokteran Harvard Medical School, I-Min Lee.
7. Masalah pembuluh darah
[Gambas:Photo Mookie Design]
Duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan varises. Pasalnya, duduk membuat darah menumpuk di kaki.
Meski tidak berbahaya, namun dalam beberapa kasus, varises dapat menyebabkan pembekuan darah.
Selain itu, duduk terlalu lama juga dapat trombosis vena dalam (DVT). Kondisi ini merujuk pada gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh vena kaki.
DVT adalah masalah serius. Jika sebagian gumpalan darah itu terlepas dan bergerak, maka aliran darah ke bagian tubuh lain ikut terputus, termasuk paru-paru yang dapat menyebabkan emboli baru.
Manusia di zaman kiwari mungkin tak bisa menghindari aktivitas duduk dalam waktu lama. Namun, dengan memahami bahaya duduk terlalu lama di atas, Anda bisa menentukan cara-cara sederhana untuk mengimbanginya.
Misalnya, luangkan waktu singkat untuk bergerak ringan setelah duduk sekitar 30 menit. Lakukan secara rutin dan perlahan bahaya-bahaya yang mengancam akibat duduk lama bisa berkurang.
Add
as a preferred
source on Google
Ini 7 Bahaya Duduk Terlalu Lama, Obesitas hingga Picu Kanker
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Komdigi Temukan Masih Banyak Anak Palsukan Umur untuk Akses Medsos
Baca lagi: Sinopsis Greenland, Bioskop Trans TV 7 Juli 2026
Baca lagi: Ruben Onsu Respons Terseret Isu Artis Pesugihan ke Gunung Kawi




3 Responses
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, http://nchu-smart-campus.nchu.edu.tw/2017/09/app_21.html juga bahas hal yang sama lho.
Keren banget artikelnya, nambah insight baru hari ini. Buat kawan-kawan yang kepo soal topik ini, coba mampir juga ke https://kldp.org/comment/273536 deh, lumayan nambah wawasan.
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://kldp.org/node/63313 juga mengulas hal serupa.