Ini 6 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Jakarta, Mookie Design Indonesia

Strategi

pola asuh

berperan penting dalam membangun rasa percaya diri

anak

. Beberapa bahkan bisa dilakukan

orang tua

dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Apa saja?

Banyak anak merasa kurang percaya diri lantaran takut gagal. Akibatnya, mereka bisa mengalami kecemasan, takut pergi ke sekolah, dan lain sebagainya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, kepercayaan diri dibutuhkan sejak dini. Rasa percaya diri membuat anak mau mencoba hal-hal baru dan berbagi perasaan atau emosinya pada orang-orang di sekitarnya. Kepercayaan diri juga dibutuhkan untuk menjadi pribadi yang mandiri.

Para ahli berpendapat bahwa kepercayaan diri bisa tumbuh saat anak-anak didorong, didukung, dan diberi kesempatan untuk melihat apa yang mereka lakukan dengan baik.

Tanda anak tidak percaya diri

Tak semua anak punya rasa percaya diri yang cukup. Beberapa di antaranya memiliki rasa percaya diri yang rendah.

Melansir laman KED American Academy, berikut tanda-tanda anak tidak percaya diri:

– takut membuat kesalahan,

– menghindari aktivitas baru,

– membandingkan diri sendiri dengan orang lain,

– sulit untuk mengungkapkan perasaan,

– mudah menyerah,

– butuh validasi berlebih,

– bicara negatif pada diri sendiri.

Cara membangun rasa percaya diri anak

Setidaknya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. Berikut di antaranya.

1. Apresiasi usaha, alih-alih menuntut kesempurnaan

Banyak anak merasa lebih percaya diri saat mampu melakukan sesuatu daripada kala mereka benar-benar mencapai sesuatu dengan sempurna.

Puji hasil kerja keras anak apa pun hasilnya. Jangan lupa juga ajarkan anak bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

Alih-alih mengatakan ‘kamu sangat pintar’, lebih baik coba katakan ‘ayah/ibu sangat bangga sama kamu’.

2. Berikan tanggung jawab sesuai usia

Tanggung jawab kecil membantu anak merasa mampu dan dipercaya. Tanggung jawab mampu membangun kemandirian hingga meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan.

Contoh sederhana, biarkan anak mempersiapkan tas sekolahnya sendiri. Boleh juga jika orang tua mau memberikan tugas pekerjaan rumah tangga yang sederhana pada si kecil.

3. Biarkan anak memecahkan masalah

Setiap orang tua pasti selalu ingin membantu anaknya yang sedang menghadapi masalah. Tapi, alih-alih melakukan segalanya untuk anak, berilah mereka kesempatan untuk memecahkan masalah sendiri.

Melakukan segalanya untuk anak bisa sama dengan merampas kesempatan anak untuk bertumbuh.

Orang tua bisa melakukan pendampingan saat anak mencoba memecahkan masalah. Ajukan pertanyaan yang membimbing, alih-alih memberikan jawaban. Dorong juga si kecil untuk memikirkan solusi.

Jangan lupa, biarkan anak belajar dari kesalahan-kesalahan kecil yang dibuat. Kepercayaan diri bisa tumbuh saat anak menyadari bahwa mereka dapat mengatasi tantangan sendiri.

Simak cara membangun rasa percaya diri anak lainnya di halaman berikutnya..

4. Biarkan anak berekspresi

Anak-anak merasa percaya diri saat mereka merasa didengarkan dan didukung secara emosional.

Orang tua bisa membangun percakapan terbuka dengan si kecil. Dengarkan apa pun yang disampaikan si kecil tanpa menghakimi. Coba juga validasi emosi dan pengalaman anak.

Biarkan anak mengungkapkan pendapatnya secara bebas, namun dengan tetap mengajarkan cara berkomunikasi yang sopan.

Lingkungan emosional yang aman membantu anak merasa cukup percaya diri untuk berbicara dan mencoba hal-hal baru.

5. Jangan banding-bandingkan anak

Setiap anak belajar dan berkembang dengan kecepatan berbeda. Orang tua dianjurkan untuk tidak membanding-bandingkan anak dengan anak yang lain.

Membanding-bandingkan dapat merusak harga diri, mendorong rasa tidak aman, hingga mengurangi motivasi.

Alih-alih membandingkan, fokuslah dengan merayakan keunikan si kecil serta kekuatan, bakat, dan prestasi individual mereka.

6. Biarkan anak punya kegiatan lain

Kegiatan menjadi kesempatan bagi anak untuk menemukan minat dan mengembangkan kepercayaan diri di luar sekolah.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di antaranya olahraga, seni, berbicara di depan umum, proyek kelompok, hingga kompetisi kreatif.

7. Ajarkan self talk yang positif

Cara anak berbicara pada diri sendiri sangat memengaruhi tingkat kepercayaan diri.

Orang tua bisa membantunya dengan mengajari anak untuk mengganti pikiran negatif dengan sesuatu yang lebih positif. Bantu juga si kecil mengenali setiap kemajuan mereka.

Contoh

self talk

yang positif misalnya ‘tidak apa-apa membuat kesalahan’, ‘saya akan mencoba lagi’, ‘saya bisa belajar dari pengalaman ini’.

Orang tua bisa menerapkan cara-cara di atas. Dengan pola asuh yang tepat, anak bisa berkembang menjadi pribadi yang percaya diri.

Add

as a preferred

source on Google

Ini 6 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membangun Rasa Percaya Diri Anak

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Bulog Kawal Gerakan Tanam Padi Serentak di Cetak Sawah Merauke

Baca lagi: Mulai Lunak, Netanyahu Rapat Bahas Tarik Pasukan Israel dari Lebanon

Baca lagi: Dasco Jelaskan Maksud Unggah Ucapan Ulang Tahun ke Nadiem

11 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: