Cara Memilih Susu yang Tepat, Kuncinya Ada di Baca Label Kemasan

Jakarta, Mookie Design Indonesia

Memilih

susu

yang tepat, apalagi untuk dikonsumsi oleh keluarga sangat penting. Hal ini karena tak semua susu kemasan yang ada di pasaran sama kualitasnya.

Tak semua produk menggunakan 100 persen susu segar. Ada yang mencampurnya dengan susu bubuk atau susu skim. Belum lagi rasa manisnya tak selalu dari

laktosa

, tetapi dari bahan

pemanis

tambahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu bagaimana caranya memilih susu yang terbaik dan ideal untuk dikonsumsi? Kuncinya ada pada cara membaca label kemasan.

“Kita mulai

campaign how the consumer to understand things

. Baca label. Orang Indonesia

somehow

masih butuh edukasi itu,” ujar Cindyanto Kristian, CEO Sewu Segar Nusantara, bagian dari Great Giant Foods (GGF) sekaligus distributor Hometown Artisan Dairy dalam konferensi pers pada Sabtu (6/5) di Summarecon Mall Serpong, Kabupaten Tangerang.

Cara pilih susu dari membaca label kemasan

Natasha Johannes, Brand Director Hometown Artisan Dairy, menganjurkan agar konsumen melihat bahan yang paling pertama disebut dalam daftar bahan.

“Biasanya yang pertama itu komposisinya yang paling besar. Jadi kalau misalnya kita lihat yogurt, ditulisnya

fresh milk

, jadi kebanyakan dari

fresh milk

,” ujarnya.

Produk susu yang menggunakan susu segar, biasanya akan menyebutkan “susu segar” atau ”

fresh milk

” pada kemasan.

Kemudian disebutkan pula berapa persentase susu segar yang digunakan. Jika menggunakan susu skim atau susu bubuk, biasanya akan tertera “minuman susu” pada kemasan.

Cindyanto mengatakan, tak cuma pada susu, pada produk minuman lain juga prinsipnya sama. Jus buah, misalnya, bisa dilihat di kemasan apakah mengandung buah asli atau cuma perisa.

“Kami juga punya Sunpride Juice, kan. Coba dibalik [kemasannya], deh. Apakah itu jus 100 persen atau cuma perisa, atau cuma

chemical content

. Nah, itu penting kita baca. Nah ada pula

content

gula dan kalori [yang] orang Indonesia masih [perlu] belajar,” ucap Cindyanto.

Senada dengan Natasha dan Cindyanto, Ahli Gizi Vrischika Chabella juga menekankan hal pertama yang harus dilihat konsumen adalah daftar komposisi.

“Dia harus ngomong juga, nih, susunya itu

fresh milk

atau susu UHT. Itu juga harus disebutkan dan kalau bisa komposisinya lebih sedikit, lebih baik,” ujar Vrischika saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Vrischika juga mengatakan, jangan sampai menemukan bahan-bahan yang sulit untuk dieja pada kemasan. Soalnya, ada banyak produk kemasan yang mencantumkan nama-nama asing dalam daftar komposisinya.

“Kadang-kadang kalau kita lihat minuman makanan itu, ada

stabilizer

, ada pengawet, ada asam sorbat, dan sebagainya. Kalau bisa sih,

as simple as we can

. Kalau misalnya ada satu komposisi susu, ya susu, jangan ditambah yang lain-lain lagi,” tutur Vrischika.

Kandungan gula sering kali disamarkan atau disebut dengan nama lain yang asing di telinga. Pada sebagian besar kemasan produk, sering dituliskan sebagai gula atau glukosa. Namun pada produk lain terkadang dicantumkan nama pemanis tambahan lainnya, semisal

corn syrup

.

“Jadi mungkin pas kita baca susunya, itu balik lagi komposisi. Kalau ada yang kita enggak mengerti, coba aja di-Googling atau di ChatGPT mungkin. Tanya, itu susunya tuh gulanya yang mana aja, sih,” kata Vrischika.

Ciri-ciri susu yang tak layak konsumsi

Susu dalam kemasan idealnya disimpan di kulkas untuk menjaga kesegarannya. Apalagi susu yang kemasannya sudah dibuka, perlu segera diamankan di kulkas jika tak segera dihabiskan.

Lalu bagaimana cara mengetahui susu yang sudah tak layak konsumsi? Terlebih untuk susu yang kemasannya sudah dibuka dan lama disimpan di tempat dengan suhu ruangan.

“Susu yang sudah enggak layak diminum tuh biasanya berbau asam basi. Pertama itu, terus kalau misalnya dia dituang, itu dia jadi

curdle

(mengental),” ucap Vrischika.

Terkait kesegaran susu, susu pasteurisasi dengan suhu pemanasan yang rendah, perlu mendapatkan perhatian khusus karena mudah basi.

“Kalau susu pasteurisasi itu kan karena mereka enggak ada pengawet. Kalau misalnya di

room temperature

, itu sebenernya enggak boleh lama-lama, harus langsung masuk kulkas,” kata Vrischika.

Susu pasteurisasi harus selalu berada dalam

cold chain

, artinya konsistensi suhu dinginnya harus terus dijaga. Vrischika mengatakan, jika dibiarkan lama dalam kondisi tak dingin, nanti bakteri bisa tumbuh subur.

(rti)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Mookie Design]

Baca lagi: IIMS 2026 Siap Digelar, Dyandra Siapkan Strategi Baru & Tren Terkini

Baca lagi: Komisi I DPR Harap Pelibatan TNI Gembleng Peserta LPDP Dikaji Ulang

Baca lagi: 7 Manfaat Sarapan Telur Rebus Setiap Pagi untuk Kesehatan Tubuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: