
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Menteri Kesehatan (Menkes) RI
Budi Gunadi Sadikin
mengantisipasi potensi masuknya
Hantavirus
ke Indonesia menyusul wabah yang terjadi di kapal pesiar mewah
MV Hondius
.
Menkes menyebut, Hantavirus termasuk virus yang cukup berbahaya. Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait langkah penanganan dan deteksi dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Virus ini,
kan
, lumayan virus yang berbahaya, jadi kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta
guidance
untuk bisa melakukan skriningnya,” kata Menkes, seperti yang dikutip dari
detikhealth
, Kamis (7/5).
Menurut Budi, hasil koordinasi sementara menunjukkan, penyebaran virus masih terkonsentrasi di kapal pesiar tersebut dan belum meluas ke wilayah lain.
“Hasil masukannya kita terima, memang itu masih terkonsentrasi di kapal itu, belum menyebar ke mana-mana,” lanjutnya.
Pemerintah juga tengah menyiapkan perangkat skrining agar deteksi Hantavirus dapat dilakukan lebih cepat. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penggunaan
rapid test
maupun reagen PCR seperti saat pandemi Covid-19.
“Yang kita lakukan adalah agar supaya skriningnya kita punya, apakah itu dalam bentuk
rapid test
kayak kita Covid dulu atau reagen yang digunakan di PCR,” ujarnya.
Menkes optimistis kapasitas laboratorium di Indonesia kini jauh lebih siap dibanding beberapa tahun lalu. Menurutnya, infrastruktur pemeriksaan PCR dan ketersediaan mesin reagen yang sudah tersebar di berbagai daerah akan memudahkan proses deteksi hantavirus.
Sebelumnya, ditemukan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang mengangkut 147 orang dari 23 kewarganegaraan. Kapal tengah berlayar dari Ushuaia, Argentina menuju Cape Verde saat kasus mulai muncul.
Hantavirus sendiri merupakan penyakit langka namun berbahaya. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius dan berpotensi fatal.
Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama dalam situasi dengan paparan tidak biasa seperti di lingkungan tertutup, termasuk kapal pesiar.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan apakah wabah tersebut benar melibatkan penularan antarmanusia. Jika terbukti, temuan itu dapat memengaruhi pendekatan penanganan wabah ke depan.
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Rebut 56 Markas OPM, Satgas Marinir di Papua Dapat Penghargaan KSAL
Baca lagi: Andre Taulany: Gue Mah Baik Sama ART, Gue Sayang Semua
Baca lagi: WHO Duga Hantavirus di Kapal Pesiar Menular antar Manusia



