
Daftar Isi
1. Replenish, isi kembali energi tubuh
2. Repair, perbaiki jaringan otot
3. Reinforce, dukung proses pemulihan dari dalam
4. Rehydrate, kembalikan cairan dan elektrolit
5. Rest, jangan lupakan istirahat
Jakarta, Mookie Design Indonesia
—
Banyak orang fokus pada apa yang harus dimakan sebelum
berolahraga
. Mulai dari memilih sumber
karbohidrat
, mengonsumsi
camilan
sebelum latihan, hingga memastikan tubuh cukup terhidrasi.
Padahal, yang dilakukan setelah olahraga juga tak kalah penting. Satu jam pertama usai beraktivitas fisik menjadi fase krusial ketika tubuh mulai memperbaiki jaringan yang rusak, mengisi kembali cadangan energi, hingga mempersiapkan diri untuk aktivitas berikutnya.
Director of Sports Performance and Nutrition Education Herbalife, Krissy Ladner mengatakan bahwa fase pemulihan sering kali luput dari perhatian. Padahal, proses ini berperan besar dalam membantu tubuh kembali bugar, mengurangi rasa pegal, sekaligus menjaga kebugaran dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memperkenalkan konsep sederhana yang mudah diingat, yakni lima langkah pemulihan atau 5R, yang dapat diterapkan siapa saja setelah berolahraga.
Berikut langkah pemulihan tubuh agar optimal yang diungkap Ladner dalam keterangannya:
1. Replenish, isi kembali energi tubuh
Saat berolahraga, terutama dengan intensitas sedang hingga tinggi, tubuh mengandalkan cadangan karbohidrat (glikogen) sebagai sumber energi. Cadangan ini akan berkurang sehingga perlu segera diisi kembali.
Salah satu tanda tubuh banyak menggunakan glikogen adalah ketika napas terasa sangat berat hingga sulit berbicara saat berolahraga. Dalam satu jam pertama setelah latihan, tubuh dianjurkan mengonsumsi sekitar 30-60 gram karbohidrat.
Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui semangkuk nasi dengan lauk rendah lemak, roti gandum isi protein, kentang, buah-buahan, atau smoothie yang berisi buah dan oat. Mengisi kembali energi membantu tubuh pulih lebih cepat sekaligus mengurangi rasa lelah setelah beraktivitas.
2. Repair, perbaiki jaringan otot
Aktivitas fisik menyebabkan serat-serat otot mengalami kerusakan kecil. Proses inilah yang nantinya akan diperbaiki sehingga otot menjadi lebih kuat. Agar proses tersebut berjalan optimal, tubuh membutuhkan protein berkualitas tinggi sebagai bahan pembangun jaringan.
Ladner menyarankan mengonsumsi sekitar 15-30 gram protein setelah berolahraga. Sumbernya bisa berasal dari ayam, ikan, telur, susu, yogurt, tahu, tempe, maupun minuman tinggi protein.
Ia juga merekomendasikan perpaduan karbohidrat dan protein dengan rasio sekitar 3:1. Kombinasi ini dapat diperoleh melalui smoothie yang berisi buah beku, oat, susu atau susu nabati, serta tambahan protein sesuai kebutuhan.
3. Reinforce, dukung proses pemulihan dari dalam
Pemulihan bukan hanya soal mengembalikan energi dan memperbaiki otot, tetapi juga menjaga kesehatan sel, sistem imun, dan saraf. Caranya dengan memperbanyak makanan utuh yang kaya antioksidan dan senyawa antiinflamasi, seperti buah-buahan, sayuran berwarna, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, hingga minyak zaitun.
Beberapa bahan pangan juga dinilai memiliki manfaat tambahan. Misalnya, jus ceri asam (tart cherry) yang memiliki bukti ilmiah dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah latihan berat sekaligus berpotensi meningkatkan kualitas tidur.
Selain itu, kunyit yang mengandung kurkumin juga diketahui memiliki efek antiinflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri. Meski demikian, Ladner mengingatkan bahwa bahan-bahan tersebut bukan solusi instan. Manfaat terbaik akan diperoleh jika dikombinasikan dengan pola makan sehat dan kebiasaan hidup yang baik secara menyeluruh.
4. Rehydrate, kembalikan cairan dan elektrolit
Tubuh kehilangan bukan hanya air, tetapi juga elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium melalui keringat. Untuk olahraga ringan yang tidak menyebabkan banyak berkeringat, air putih umumnya sudah cukup memenuhi kebutuhan cairan.
Namun, setelah aktivitas yang berat atau berlangsung lama, tubuh memerlukan tambahan elektrolit melalui makanan maupun minuman agar keseimbangan cairan kembali normal. Natrium, misalnya, berperan membantu tubuh mempertahankan cairan sehingga proses rehidrasi menjadi lebih efektif.
Cara sederhana untuk mengetahui apakah tubuh sudah cukup terhidrasi adalah dengan memperhatikan warna urine. Warna kuning pucat menyerupai limun menandakan hidrasi yang baik, sedangkan warna yang lebih gelap dapat menjadi tanda tubuh masih kekurangan cairan.
5. Rest, jangan lupakan istirahat
Langkah terakhir sering dianggap sepele, padahal justru menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Saat tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan yang membantu memperbaiki jaringan dan membangun kembali otot. Waktu istirahat yang cukup juga berkontribusi menurunkan risiko cedera serta menjaga performa tubuh dalam jangka panjang.
Karena itu, pemulihan tidak hanya bergantung pada makanan atau minuman yang dikonsumsi, tetapi juga pada kualitas tidur dan waktu yang diberikan kepada tubuh untuk beristirahat.
Prinsip 5R ini tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang rutin menjalani latihan berat. Siapa pun yang berolahraga, baik untuk menjaga kesehatan, menurunkan berat badan, maupun meningkatkan kebugaran, dapat menerapkan langkah-langkah sederhana ini.
Mulailah dengan mengisi kembali energi, memenuhi kebutuhan protein, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi cairan, lalu memberikan tubuh waktu untuk beristirahat. Dengan begitu, manfaat olahraga tidak berhenti ketika sesi latihan selesai, tetapi berlanjut melalui proses pemulihan yang optimal.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Mookie Design]
Baca lagi: Dokter Bedah Plastik Korea Ungkap 5 Makanan Bikin Wajah Cepat Tua
Baca lagi: SHUTTLE OPEN Bakal Pertemukan Legenda Bulutangkis Dunia di Jakarta
Baca lagi: Pelatih Norwegia soal Sanksi Balogun Dianulir: Kesalahan Besar FIFA



8 Responses
Artikel ini meretas cara pandang konvensional dengan menyodorkan fakta-fakta sekunder yang sangat valid https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Mahmoud_Cherif_Bassiouni ini sangat menarik di baca
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://pxhere.com/fr/photographer/4505044 yang membahas isu terkait secara ekstensif.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di http://histoire.art.free.fr/?article1/conception-du-site-en-cours/, lumayan buat pelengkap.
Bahasanya mudah dimengerti banget buat pemula kayak saya. Kemaren sempet nyari-nyari juga dan nemu https://aroundsuannan.ssru.ac.th/index.php?action=profile;u=3149565;area=showposts;sa=messages yang bahasannya sejalur sama ini.
Artikel ini meruntuhkan skeptisisme melalui penyajian bukti-bukti empiris yang dikurasi dengan tingkat ketelitian yang tinggi https://www.pushsquare.com/news/2018/11/editorial_fake_ps5_news_will_be_rampant_over_the_next_12_months jadi semangat buat dibaca lagi
Artikel ini bertindak sebagai dokumen verifikasi yang sangat kuat terhadap kekeliruan asumsi yang berkembang di masyarakat https://fr.wikipedia.org/wiki/Ligue_canadienne_de_hockey
Penulis berhasil membuktikan bahwa kedalaman riset dasar adalah kunci utama dalam memproduksi artikel yang mencerahkan nalar https://www.sciencing.com/calculate-tire-turns-per-mile-7797454/
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan https://kldp.org/comment/352223 yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.